Tarian yang dibawakan oleh 9 penari itu menyabet penghargaan berikut Penyaji terbaik se Jawa-Bali, 5 penata tari unggulan, 5 penata musik unggulan
5 penata rias dan busana ungggulan dan 13 penyaji unggulan.
"Meski kami tidak menyabet penghargaan terbaik, namun kita bisa mewujudkan bahwa suguhan kami menyabet predikat unggulan dari 28 Propinsi yang ikut serta," ujar Pimpinan sanggar Umah Seni Kuwung Wetan, Dwi Agus Cahyono.
Dikatakan Dwi, Niskala Seblang yang dibawakan di ajang ini merupakan kisah tradisi Seblang Olehsari. Sebuah ritual tolak bala warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Seblang ini digelar setiap 2 Syawal selama tujuh hari berturut-turut yang dibawakan oleh gadis muda yang menari dalam kondisi trance.
"Ajang ini memperkaya wawasan kami tentang pementasan seni. Kita juga banyak mendapatkan hikmah dan pengalaman berharga di ajang ini. Banyak pelajaran berharga dalam proses yang kita lalui," tambahnya.
Hingga saat ini tarian Niskala Seblang tersebut ditarikan banyak siswa sampai saat ini

sangat menarik...
BalasHapusbagus banget....
BalasHapusSangat membantu untuk mengespos dunia seni di banyuwamgi
BalasHapusWow..
BalasHapuswoaahh keren yg nari bagus banget ><
BalasHapuskereennnnn...
BalasHapustop lah
BalasHapusWiiihh....
BalasHapusmantul uwaw
BalasHapus